Menpora RI Buka Kuliah Kewirausahaan Pemuda Bersama UINSA

Lifestyle

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali terus berupaya mendorong para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terpilih agar menjadikan program kewirausahaan sebagai rencana prioritas usai para mahasiswanya lulus dari perkuliahan. 

Hal itu disampaikan Menpora RI saat membuka Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara daring bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Tahap awal program ini diharapkan mampu membangkitkan semangat, menanamkan motivasi dan merubah mindset para mahasiswa. 

“Kita harap sejak mereka masih berada di bangku perkuliahan jiwa dan semangat kewirausahaanya sudah terbentuk ini penting karena salah satu tolak ukur atau indikator kemajuan sebuah negara adalah presentase dari masyarakatnya yang bergerak menjadi entrepreneur,” kata Menpora RI pada Kuliah Kewirausahaan Pemuda yang mengambil tema Mengembangkan Skill Technopreneur Generasi Milenial untuk Menghadapi Tantangan era Revolusi Industri 4.0, Jakarta, Kamis (3/9) pagi. 

Pihaknya terus berupaya mendorong merubah mindset para mahasiswa agar selagi masih di bangku perkuliahan jiwa dan minat kewirausahaan mereka menjadi yang prioritas dibandingkan dengan mencari pekerjaan usai lulus perguruan tinggi. “Posisi negara kita saat ini masih sangat tertinggal dengan negara lain dalam hal presentase masyarakatnya yang bergerak menjadi entrepreneur. Dengan Malaysia saja kita tertinggal mereka sudah di angka 5% kita masih di 3%,” ujarnya. 

Menurutnya, potensi SDA dan SDM bangsa Indonesia luar biasa. Hal ini karena program seperti ini tidak disentuh secara serius maka data menunjukkan ketergantungan para pemuda khususnya lulusan perguruan tinggi terhadap pekerjaan yang diberikan orang lain masih sangat tinggi. Periode saat ini di 2020-2024. Kemenpora menempatkan lima program prioritas yang dijadikan sebagai panduan untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. “Yang saat ini kita bicarakan adalah program prioritas Kemenpora yang kedua. Kita mendorong para pemuda agar kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing,” tutur Menpora RI. 

“Tidak ada pilihan kecuali mempersiapkan diri sedemikian rupa, kami mendorong untuk semangat kewirausahaan ini menjadi pendamping kemampuan akademik. Di beberapa perguruan tinggi yang menjadi mitra Kemenpora, kuliah Kewirausahaan telah menjadi mata kuliah umum di semua jurusan paling tidak dasar-dasarnya untuk menumbuhkan semangat para mahasiswa,” tambahnya. Untuk menjadi wirausahawan memang perlu tahapan-tahapan.

Menurutnya, para mahasiswa jangan sampai mudah patah semangat semua yang sudah sukses pasti mengalami kegagalan. “Tahapan pertama yakni penumbuhan minat kewirausahaan, kemudian seleksi kemudian pendampingan serta fasilitasi. Ini adalah kesempatan langka bagi para peserta manfaat kesempatan ini ikuti dengan serius apa yang diikuti para narasumber dengan begitu akan menambah perbendaharaan keilmuan tentang kewirausahaan sekaligus contoh praktis, jangan tunda rencana ini,” pesannya lagi.  

“Ikuti program ini dengan serius terlebih kita akan menghadapi bonus demografi dimana usia produktif akan lebih banyak jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi musibah bagi bangsa, kepada UINSA Surabaya terima kasih semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat dan sekaligus kontribusi kita untuk membangun bangsa khususnya mempersiapkan generasi unggul. Semoga kemitraan kita akan berlanjut dan UINSA Surabaya menjadi kampus percontohan untuk mendorong kewirausahaan di kalangan mahasiswanya,” tutup Menpora RI.  

Rektor UINSA Surabaya Prof. Masdar Hilmy ucapkan terima kasih kepada Menpora RI atas jalinan kerjasama yang sudah terlain sejak lama. “Semoga kerjasama ini memberikan kemanfaatan, keberkahan bagi kita semua khususnya para generasi muda,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *